re-Post : Makalah Tentang Sistem Koloid SMA Kelas XI

By : Spell
SISTEM KOLOID

D
I

S
U
S
U
N
O
L
E
H

Nama : Basriyanto
Nis : 9981202315
Kelas : XI IPA 8

SMA NEGERI 1 BAJENG
TAHUN AJARAN 2014/2015


KATA PENGANTAR
   Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah, rahmat, dan hidayahnya sehingga makalah ini dapat selesai sebagaimana yang diharapkan.
Dalam penyusunan makalah kali ini, saya memaparkan tentang pengertian sistem koloid, jenis koloid, serta koloid dalam industri.
     Kemudian dengan selesainya makalah ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak guru yang telah memberi tugas untuk penyusunan makalah ini. Khususnya kepada guru mata pelajaran Kimia. Semoga malakah yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi saya dan bagi para pembaca dan pelajar yang sedang menuntut ilmu.
Bajeng, 21 Mei 2015


Basriyanto



DAFTAR ISI

Sampul.......................…………………………………..............................................
Kata Pengantar...........………………………………………………………..………
Daftar Isi.......…………………………………………...............................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.…………………………………………………........……
B. RUMUSAN MASALAH……………………………………………........………
BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM KOLOID…………………………………………………........………...
B. JENIS-JENIS KOLOID…………………………………………….........……….
C. SIFAT-SIFAT KOLOID…………………………………………….........………
D. PEMBUATAN KOLOID…………………………………………….........…….
E. KEGUNAAN KOLOID…………………………………………….........………

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN………………………………………………………........………...
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………..……………….





BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
          Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid.
        Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). 
        Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid.

B. RUMUSAN MASALAH
          Sistem koloid berhubungan dengan proses – proses di alam yang mencakup berbagai bidang. Kita dapat mengambil contoh di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid.
        Karena itu, dalam makalah ini akan dijelaskan tentang sistem koloid beserta turunan atau bagian-bagiannya


BAB II
PEMBAHASAN


A. SISTEM KOLOID
          Pada tahun 1861, Thomas Graham, seorang ahli kimia bangsa Inggris melakukan percobaan untuk menguji perbedaan kemampuan aliran zat terlarut dengan menggunakan kantong perkamen, air, kristal gula, lem perekat, dan tepung kanji. Mula – mula gula, lem perekat, dan tepung kanji masing – masing dilarutkan ke dalam air. Kemudian larutannya dimasukkan ke dalam kantong perkamen, ditutup rapat dan direndam dalam air.
          Dari percobaan tersebut ternyata molekul gula memiliki kemampuan untuk merembes keluar menembus pori – pori perkamen sehingga keluar dari kantong. Akan tetapi partikel kanji tidak dapat keluar dari kantong. Zat lain yang dicobakan oleh Thomas Graham adalah zat perekat dengan percobaan yang sama. Ternyata zat perekat tersebut sifatnya sama dengan sifat kanji, yaitu tidak mampu menembus membran perkamen.
          Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Graham memberikan gagasan sebagai berikut.
  1. Molekul gula dapat lolos dari membran perkamen, sedangkan kanji dan perekat tidak dapat lolos dari membran perkamen. Hal ini dimungkinkan karena ada perbedaan diameter molekul antara molekul kanji dengan molekul gula. Molekul kanji mempunyai diameter lebih besar dari diameter molekul gula.
  2. Larutan gula yang berasal dari kristal gula dan semacamnya disebut larutan yang berdifusi cepat atau kristaloid, sedangkan zat perekat, kanji, dan susu, atau semacamnya yang bersifat lekat dan kental disebut koloid.
          Pada perkembangan selanjutnya, penggolongan zat menjadi koloid dan kristaloid tidak dapat dipertahankan karena banyak koloid dapat dikristalkan dan kristaloid dapat dibuat koloid.

B. JENIS-JENIS KOLOID
          Sistem koloid tersusun dari fase terdispersi yang tersebar merata dalam medium pendispersi. Fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
1. Sol (fase terdispersi padat)
a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi pada
          Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam
b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
          Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat
c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas
          Contoh: debu di udara, asap pembakaran
2. Emulsi (fase terdispersi cair)
a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat
          Contoh: Jelly, keju, mentega, nasi
b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair
          Contoh: susu, mayones, krim tangan
c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas
          Contoh: hairspray dan obat nyamuk
3. Buih (fase terdispersi gas)
a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat.
          Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam
b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair
          Contoh: putih telur yang dikocok, busa sabun
          Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersi sama- sama berupa gas, campurannya tergolong larutan. Dan secara lebih luas lagi penjelasan sistem koloid tersebut adalah sebagai berikut :
a. Sistem Koloid Fase Padat-Cair (Sol)
         Dengan fase terdispersi berupa zat padat dan medium pendispersi berupa zat cair. Contoh sol/gel yaitu agar-agar, pektin(selai), gelatin(jelly), cairan kanji, air sungai, tinta, cat, gel kalsium asetat dalam alkohol, sol emas, sol Fe(OH)3, sol Al(OH)3, dan sol belerang.
b. Sistem Koloid Fase Padat-Padat (Sol Padat)
          Dengan fase terdispersi berupa zat padat dan medium pendispersi berupa zat padat. Contoh sol padat yaitu kaca berwarna dan logam campuran (aloi) seperti stainless steel (campuran antara besi, nikel, dan kromium).
c. Sistem Koloid Fase Padat-Gas (Aerosol Padat)
          Dengan fase terdispersi berupa zat padat dan medium pendispersi berupa zat gas. Contoh aerosol padat yaitu asap.
d. Sistem Koloid Fase Cair-Gas (Aerosol)
          Dengan fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat gas. Contoh aerosol yaitu kabut, awan, parfum, hairspray, cat semprot dan lain-lain.
e. Sistem Koloid Fase Cair-Cair (Emulsi)
          Dengan fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat cair. Contoh emulsi yaitu campuran antara minyak yang bersifat nonpolar dengan air yang bersifat polar, susu, air santan, dan krim. Dalam emulsi terdapat emulgator yaitu zat penghubung yang menyebabkan pembentukkan emulsi, contoh zat emulgator adalah sabun, detergen, lesitin dan kasein (dalam susu).
f. Sistem Koloid Fase Cair-Padat (Emulsi Padat)
          Dengan fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat padat. Contoh emulsi padat yaitu keju, mentega, dan mutiara.
g. Sistem Koloid Fase Gas-Cair (Busa)
          Dengan fase terdispersi berupa zat gas dan medium pendispersi berupa zat cair. Contoh busa yaitu buih.
h. Sistem Koloid Fase Gas-Padat (Busa Padat)
          Dengan fase terdispersi berupa zat gas dan medium pendispersi berupa zat padat. Contoh busa padat yaitu karet busa dan batu apung.
          Sistem koloid dibagi menjadi dua bagian yaitu fase terdispersi (zat terlarut) dan medium pendispersi (pelarut). Keduanya terdiri dari tiga fase/wujud yaitu padat, cair dan gas yang bersatu. Namun antara fase gas dengan gas tidak membentuk Sistem koloid karena bercampur homogen, melainkan larutan.


C. SIFAT-SIFAT KOLOID
1. Efek Tyndall
          Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejatidisinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan), cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
2. Gerak Brown
          Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas, atau hanya bervibrasi di tempat seperti pada zat padat. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. ukuran partikel koloid dan semakin cepat kecepatan gerak partikel, semakin cepat gerak Brown terjadi.
          Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
3. Absorpsi
          Absorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel.
          Absorpsi harus dibedakan dengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel. Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
4. Muatan koloid
          Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
5. Koagulasi koloid
          Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
6. Koloid pelindung
          Koloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi.
7. Dialisis
          Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis.
8. Elektroforesis
          Elektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik.

D. PEMBUATAN KOLOID
1. Cara Kondensasi
          Pembuatan koloid sol dengan metode ini pada umumnya dilakukan dengan cara kimia (dekomposisi rangkap, hidrolisis, dan redoks) atau dengan penggatian pelarut. Cara kimia tersebut bekerja dengan menggabungkan partikel-partikel larutan (atom, ion, atau molekul) menjadi pertikel-partikel berukuran koloid.
a. Reaksi dekomposisi rangkap, Misalnya:

  • Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang; As2O3(aq) + 3H2S(g) → As2O3(koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-)
  • Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer; AgNO3(ag) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)
b. Reaksi redoks, Misalnya:

  • Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH; 2AuCl3(aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) → 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq)
  • Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya gas H2S; 2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(s) + 2H2O(l)
c. Reaksi hidrolisis, Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Misalanya:

  • Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih; FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+)
  • Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih; AlCl3(aq) + 3H2O(l) → Al(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)
d. Reaksi pergantian pelarut, Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya;

  • Untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belerang harus terlebih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.
  • Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.
2. Cara Dispersi,
          Metode ini melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi berukuran koloid yang kemudian akan didispersikan dalam medium pendispersinya. Ada 3 cara dalam metode ini, yaitu:
a. Cara mekanik,
          Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam:
– Industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb.
– Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb.
– Industri kimia untuk membuat pelumas padat, cat dan zat pewarna.
– Industri-industri lainnya seperti industri plastik, farmasi, tekstil, dan kertas.
b. Cara peptisasi,
          Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. Contoh:

  • Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
  • Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
  • Sol Fe(OH)3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH)33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. Sol Fe(OH)3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif
  • Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk system kolid. Contohnya; gelatin dalam air.
c. Cara busur bredig,
          ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam, seperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel koloid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam, maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi.

E. KEGUNAAN KOLOID
          Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu sangat bermanfaat untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi skala besar.
          Oleh karena sifat tersebut, sistem koloid menjadi banyak kita jumpai dalam industri (aplikasi kolid untuk produksi cukup luas). Beberapa contoh koloid dalam bidang industri :
- Industri makanan : Keju, mentega, susu, saus salad
- Industri kosmetika dan perawatan tubuh : Krim, pasta gigi, sabun
- Industri cat : Cat
- Industri kebutuhan rumah tangga : Sabun, deterjen
- Industri pertanian : Peptisida dan insektisida
- Industri farmasi : Minyak ikan, pensilin untuk suntikan
          Tetapi selain industri, sistem koloid juga banyak dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya saja di alam, kedokteran, pertanian, dsb;
 Penggumpalan darah
          Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Jika terdapat luka kecil, maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3, dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein danmembnatu penggumpalan darah.
 Penjernihan Air
          Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.
          Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3++3H2O  Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.



BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
          Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari – hari untuk proses apapun. Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi. Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini disebut efek Tyndall. Koloid dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sol, emulsi, dan buih.
          Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lain pada permukaannya, dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar, maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi.
          Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya pada penambahan elektrolit. Penambahan elekrolit akan menetralkan muatan koloid, sehingga faktor yang menstabilkannya hilang.
          Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya; sebaliknya, pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.
          Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Pada cara dispersi, bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya.
          Pada cara kondensasi, koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan), sehingga menjadi partikel koloid. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air.




DAFTAR PUSTAKA
----------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------
---------------------------------

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Ulangan Seorang Siswa Menurut Spell

By : Spell
Para pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang suatu yang selalu di abaikan tetapi memiliki pengaruh besar bagi kehidupan

Maka dari itu langsung GO TO The Point

1.    Hasil belajar siswa
Ini menjadi hal yang paling umum dan tampil secara dominan dari proses belajar. Baik saat masih dalam kelas maupun saat malam sebelum ulangan. Faktor ini memiliki pengaruh yang bisa dibilang memiliki hasil yang halal dan menjadi dasar untuk semua faktor yang lainnya

Semakin giat seseorang dalam belajar, maka semakin PD pula dia dalam ulangan, dengan kata lain Mengeluarkan kemampuan yang sesungguhnya. hehe

2.    Daya imajinasi
Menurut hasil survei, daya imajinasi juga termasuk faktor karena ini adalah hal yang membantu siswa dalam penyelesaian soal pertanyaanya. Dia dapat mengimajinasikan bentuk soal misalkan soal no.X berbentuk naga, dan dari itu dia akan memikirkan cara dan metode yang digunakan dalam mengalahkan naga tersebut.

Hal ini menjadi sesuatu yang hanya beberapa siswa yang memilikinya karena tidak semua siswa dapat mengimajinasikan hal seperti itu karena imajinasi seperti itu hanya dimiliki oleh para otaku, walaupun ada tapi belum tentu mencapai tingkatan seperti itu.

3.    Pelampung persiapan
Bukan hanya saat berenang, saat ulangan pun kita membutuhkan pelampung. Tapi pelampung yang dimaksud bukan ban karet ataupun gabus, tetapi sesuatu yang memang telah disiapkan untuk membantu dalam menjawab soal (contekan :p).
Oleh karena itu, pelampung persiapan juga dapat mempengaruhi nilai sebab semakin elit dan lengkap pelampungnya maka hasil yang di didapatkan akan semakin memuaskan

4.    Teman Sejati
Saat ulangan berlansung, beberapa siswa akan menjadi egois dan enggan membantu siswa lain yang sedang kesusahan. Tapi, kebanyakan yang lainnya ingin berbagi kesusahan dan kebahagiaan kepada siswa yang lain.

Saat itu faktor pertemanan menjadi hal yang paling penting karena mereka dapat saling mencocokkan dan bertukar pikiran saat ulangan berlansung sehingga kemungkinan benarnya soal yang dikerjakan semakin besar.
“Teman sejati adalah teman yang selalu ada saat suka dan duka”, kiasan kalimat tersebut tentunya berlaku kapanpun dan dimanapun. Siswa yang memiliki banyak teman akan lebih mudah dan nyaman mengerjakan soal. Tidak perlu khawatir akan menjadi rank 1st ataupun menjadi worst 1 sendirian

5.    Posisi Meja / Banku


Ketika teman sejati dan pelampung (no.3 &4) telah siap maka untuk pelengkapnya harus dengan memiliki posisi yang strategis. Pelampung tidak akan bekerja ketika siswa duduk di sudut paling depan, koneksi antara teman akan terputus jika duduk dihalangi siswa lain (bukan teman)

Maka dari itu, semakin strategis lokasi bangku maka semakin sukses pula ulangan siswa tersebut karena siswa lebih leluasa pula siswa dalam menggunakan no. 3 & 4, untuk no. 1 & 2 pun tanpa terkecuali (walaupun untuk no1 & 2 bisa digunkan dimanapun, hehe).

6.    5 menit terakhir

5 menit terakhir???, ada apa dengan 5 menit terakhir??
Para pembaca sekalian, Dalam ulangan telah disediakan soal dengan batas waktu pengerjaan, dan pada saat ulangan semua siswa menjadi lebih fokus baik itu untuk apa yang dia kerjakan maupun yang dikerjakan temannya.

Dan saat pengawas mengatakan “waktu tinggal 5 menit”, maka otomatis fokus siswa akan meningkat dan menjadi cepat. Penulisan jawaban menjadi lebih cepat, kerjasama antar individu semakin membaik.
Dengan kata lain, 5 menit terakhir menjadi kunci untuk mengeluarkan kemampuan siswa yang sebenarnya

7.    Pengawas ulangan
  Faktor yang terakhir ini adalah hal yang harus diwaspadai yaitu “pengawas ulangan”. Pengawas ulangan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
a.     Pengawas santai, pengawas yang membiarkan siswa melakukan apapun asal gak berisik bahkan memberi siswa kunci jawaban

b.    Pengawas cuek, pengawas yang setelah memberi soal ulangan meninggalkan ruangan atau duduk tidak memperhatikan siswa

c.     Pengawas galak, yaitu pengawas yang sangat tegas dan sangat jeli memperhatikan gerak-gerik siswa

Jika pengawasnya santai atau cuek, tidak mempengaruhi gerak-gerik siswa. Tapi jika pengawasnya galak, Walaupun memiliki koneksi pertemanan yang bagus, pelampung yang canggih, dan posisi duduk yang strategis. Semua itu akan sia-sia. jika pengawasnya seperti itu hanya siswa yang memiliki no 1 dan 2 yang akan berhasil..

Sekian kali ini…… Semoga yang lagi ulangan dapat mengerti dan mendapatkan hasil yang memuaskan
Jika ada tambahan tulis di komentar yaa
hahahaahahahahaa

Contoh Soal Sejarah II

By : Spell
1.     Deskripsikan tentang peristiwa G 30 S / PKI
2.     Jelaskan latar belakang lahirnya SUPERSEMAR
3.     Jelaskan perkembangan dunia pasca perang dunia ke 2
Jawaban
1.     G 30 S / PKI adalah peristiwa pemberontakan yang dipelopori oleh partai indonesia dengan tujuan merebut kekuasaan dan mengganti ideologi pancasila dengan ideologi komunis
2.     Supersemar lahir karena adanya krisis negara dimana kekuasaan ingin direbut oleh PKI. Saat itu para pasukan pertahanan negara meminta izin menghadap presiden Soekarno dan memohon mengambil tindakan untuk mengatasi keadaan, dan saat itulah Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah yang berisikan tentang pelimpahan kewenangan dari ir. Soekarno kepada Letjen. Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam upaya penyelamatan negara

3.     Pasca perang dunia ke2, negara-negara didunia mulai menentukan nasib sendiri. Runtuhnya kekuasaan kolonial di kawasan Asia Afrika ini menjadi awal berubahnya struktur politik global. Dan dipicu dengan adanya gerakan-gerakan nasionalisme yang berkembang. Kondisi ekonomi dan politik semakin membaik dan mendorong indonesia meningkatkan kekuatan internal dan mulai menjalin hubungan dengan negara lainnya.

Kritik Ketua Umum Perwakilan Kelas Tentang Pemcalonan Siswa Sebagai Bupati

By : Spell
Ketua Umum Perwakilan Kelas menyindir kualitas sejumlah siswa yang disebut-sebut bakal bertarung sebagai calon Bupati 2015. Menurut dia, kualitas dan latar belakang seseorang menjadi syarat mutlak maju sebagai bupati.

“Hari ini siswa dijadikan calon bupati. Lebih mending jika
ustazt. Nanti lama-lama pemain suffle juga dicalonkan jadi bupati. Makanya yang korupsi jalan terus,” kata Ketua Umum dalam acara Debat Kandidat Calon Bupati di Gedung XX, Daerah Mimpi, Jumat 27 November 2015.

Pernyataan ini menyindir Siswa yang menjadi salah satu bakal capres
Partai Clash of Clan. Selain itu, PCoC juga menggadang-gadang mantan Ketua Ketua Kelas dan Wakil Ketua COC Lovers.

Ketua Umum mengatakan, penunjukan calon pemimpin yang tidak kompeten menjadi sumber permasalahan kota. Sayangnya pola rekrutmen yang tak berbasis kompetensi marak dilakukan partai politik.

Latar belakang pendidikan formal calon Bupati juga tak lepas dari kritik mantan Pemain
COC itu. Ketua Umum menyesalkan undang-undang hanya mensyaratkan calon Bupati minimal Pemain Agar.io.

“Seharusnya aturan itu sudah diubah karena zaman berubah. Guru SD saja sekarang harus Pemain Dragon Nest dan Point Blank, masa calon Bupati hanya Pemain COC,” kata dia.

Ketua Umum menilai pemerintah tersandera oleh berbagai situasi politik, padahal Bupati milik rakyat dan bukan milik partai. “Bupati harus merespons kondisi dan kebutuhan rakyat, bukan koalisi, karena Bupati harus mempertanggungjawabkan semua kepada rakyat. Tapi sekarang Bupati seolah tidak punya solusi atas masalah yang ada,” kata dia.

Contoh soal Sejarah

By : Spell
1.    Jelaskan mengapa pertanggung jawaban presiden B.J. Habibie ditolak oleh MPR
2.    Jelaskan akar permasalahan yang menyebabkan munculnya konflik di berbagai daerah pada awal reformasi
Jawab
  1. Pertanggung jawaban presiden ditolak oleh MPR melalui voting tertutup dimana 355 orang anggota menolak, 322 orang menerima, 4 orang absen dan 4 orang suara tidak sah. Dipihak lain, PKB juga menolak karena presiden B.J.. Habibie diketahui telah melanggar TAP MPR dan tidak menjalankan tugas secara sepenuhnya sebagai presiden transisional contohnya dibidang ekonomi yang tidak terselesaikan higga saat ini.
  2. Akar permasalah yang menyebabkan munculnya konflik diberbagai daerah yaitu karena sebagian besar daerah di indonesia ingin mendirikan negara sendiri, adapun faktor lain yang menyangkut perbedaaan individu, budaya serta perasaan mengenai persatuan dan kesatuan masing-masing

Cara Menyembunyikan & Mengunci folder Menggunakan NOTEPAD (CARA MENGGUNAKAN)

By : Spell
Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan tentang cara menggunakan Kunci yang telah di buat untuk mengunci folder

Proses pembuatannya Klik disini

GO TO THE POINT


1.       Buka lokasi folder yang akan di kunci (tentunya bersama dengan file Kuncinya)

2.       Untuk mengunci, Buka Kunci.bat maka akan terbuka CMD sebagai berikut

3.       Ketik “y” (tanpa kutip) dan Enter

Maka Folder target akan menghilang!!






4.       Untuk Menampilkan Kembali, buka Kembali Kunci.bat

5.       Maka CMD terbuka kembali

6.       Ketiklah Password yang telah anda pasang kemudian tekan enter misalkan disini, password saya adalah wakwaw (pastikan mengetiknya dengan benar dan memperhatikan kapital atau tidaknya tulisan password)
(Bila password tidak cocok maka filenya akan tetap tersembunyi, jadi hati-hatilah)

Maka folder target akan kembali



SEKIAN……………..!
Jika ada masukan atau pertanyaannya mohon di tuliskan di KOMENTAR dibawah! Thanks!




Kode Hidden Folder

By : Spell
Kode Hidden Untuk Kunci Folder

(untuk cara menggunakannya, Klik disini)


@ECHO OFF
title Folder Private
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Private goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Are you sure you want to lock the folder(Y/N)
set/p "cho=>"
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Private "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder locked
goto End
:UNLOCK
echo Enter password to unlock folder
set/p "pass=>"
if NOT %pass%== 
password anda goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Private
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Private
echo Private created successfully
goto End
:End

Cara Menyembunyikan & Mengunci folder Menggunakan NOTEPAD (CARA MEMBUAT)

By : Spell
Untuk Postingan Kali ini lansung aja TO THE POINT

Alat dan Bahan
  • -          Aplikasi Notepad
  • -          Microsoft Word
  • -          Kode Hidden (klik di sini)

Cara Mengerjakannya

1.       Cari Nama folder yang akan di kunci, Misalnya Folder “H” di bawah

2.       Buka aplikasi Microsoft word

3.       Copy Kode Hidden kedalam Microsoft word

Ini untuk mengubah nama folder defaultnya ke folder target

4.       Ubah nama folder dengan menggunakan perintah FIND atau Advanced Find (disini saya menggunakan Advanced Find)

Cari dengan kata kunci “Private” (tanpa kutip)


5.       Setelah itu, klik Reading Highlight dan klik Highlight All

Maka akan didapat 6 buah kata yang sama

6.       Pilih tab replace dan tuliskan nama Folder Targetnya Misalkan disini Targetnya adalah folder H

Setelah selesai, maka klik Replace All maka akan tampak kotak dialog seperti di bawah
(pastikan style tulisannya sama dengan nama folder, maksudnya mengikuti adanya huruf kapital atau tidak. Jadi hati-hatiyaa, filemu menjadi taruhannya)

7.       Ubah passwordnya (tulisan merah “password anda”) dengan password anda sendiri, contohnya pada gambar di bawah


8.       Setelah semua telah beres maka select all atau tekan Ctrl + A untuk menyeleksi semua dan Copy atau Ctrl + C


9.       Buka Aplikasi Notepad
Jalankan Run / Logo Win + R dan ketik Notepad dan OK


10.   Kemudian Paste / Ctrl + V

11.   Setelah ter Paste, Klik menu File dan Klik Save As

12.   Simpan dengan format .bat file sebagai berikut
File Name : Kunci.bat
Save as Type : All Files

13.   Cari Lokasi Folder yang akan di Kunci
Simpan di dekat folder, bukan di dalamnya!!!

Setelah beres, Klik Save

Untuk cara menggunakan filenya, Klikdisini


Bila terdapat kesalahan mohon masukan dan pertanyaan yang kurang jelas di KOMENTAR nanti gue tanggapi
Tag : ,

- Copyright © DataSpell Archives - - Powered by Blogger - Designed by -